Pulau Kemaro

Lokasi : di tengah S.Musi kecamatan Ilir Timur II (+ 5 km dari pusat kota)

Sejarah/keunikan :
- Pulau tua yang tidak tergenang
- Adanya makam seorang Ulama Hadhramaut bernama Habid Ahmad bin Muhammad Al-‘Aydarus
- Zaman Kesultanan Palembang merupakan lokasi benteng pertahanan
- Kelenteng kuno
- Pagoda
- Legenda percintaan
- Pohon pecintaan

SEKILAS INFO PULAU KEMARO

Ditengah sungai Musi terdapat sebuah pulau Kemaro. Nama tersebut berarti pulau yang tidak pernah tergenang air walaupun air pasang besar pulau tersebut tidak akan kebanjiran dan akan terlihat dari kejauhan terapung-apung diatas sungai Musi.

Pulau ini mempunyai legenda tentang kisah cinta “Siti Fatimah Putri Raja Palembang yang dilamar oleh anak raja China bernama Tan Bun Ann”. Syarat yang diajukan Siti Fatimah pada Tan Bun Ann adalah menyediakan 9 guci berisi emas, keluarga Tan Bun Ann menerima syarat yang dianjurkan. Untuk menghindari bajak laut saat di perjalanan membawa emas dari negeri China maka emas yang di dalam guci tersebut ditutupi dengan asinan dan sayur, ketika kapal tersebut tiba di Palembang Tan Bun Ann memeriksa guci tersebut yang ditutupi asinan dan sayur, dengan rasa marah dan kecewa maka seluruh guci tersebut dibuangnya ke sungai musi tetapi pada guci yang terakhir terhempas pada dinding kapal dan pecah berantakan sehingga terlihatlah kepingan emas yang ada di dalam.

Rasa penyesalan membuat anak raja China tersebut mengambil keputusan untuk menerjunkan diri ke sungai dan tenggelam. Melihat tersebut Siti Fatimah ikut menerjunkan diri ke sungai sambil berkata “jika ada tanah yang tumbuh di tepi sungai ini maka di situlah kuburan saya”.

Dipulau ini terdapat sebuah kelenteng Budha yang selalu dikunjungi penganutnya terutama pada perayaan Cap Go Meh yang tidak hanya masyarakat keturunan Tiong Hoa di kota Palembang tetapi dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara seperti Singapura, Hongkong, RRC dan lain-lain. Kita dapat ke pulau ini dengan menggunakan transportasi air seperti ketek, speed boat, kapal wisata Putri Kembang Dadar, Sigentar Alam dan perahu Naga dari dermaga wisata Benteng Kuto Besak (BKB)atau dari pabrik Intirub.

SEJARAH PULAU KEMARO

Pada Perang Palembang I dan Perang Palembang II sepanjang awal abad ke-19, Kesultanan Palembang Darusallam mendirikan salah satu benteng maritim terkuat di atas tanah Pulau Kemaro bernama Benteng Tambak Bayo. Pulau Kemaro sendiri dipilih sebagai lokasi pertahanan lapis pertama karena kawasannya tidak pernah terendam saat permukaan Sungai Musi sedang tinggi. Sedangkan kawasan lain selalu terendam air Sungai Musi, karena sebagian besar kawasan Palembang merupakan rawa air.

Benteng pertahanan Pulau Kemaro menjadi kunci penting masuknya kolonial Belanda ke Palembang. Dalam berbagai invasinya, Belanda kehilangan banyak kapal dan anak buah karena pertahanan Benteng Tambak Bayo yang solid.

Namun Belanda akhirnya berhasil menduduki Palembang pada tahun 1821, semua benteng yang ada di sekitar Keraton Kuto Gawang—sekarang wilayah Pusri—diluluh-lantakkan oleh Belanda, termasuk Benteng Tambak Bayo. Bahkan tak ada sedikit pun sisa-sisa bangunan benteng yang masih berdiri hingga saat ini.

Fungsi Pulau Kemaro sejak tahun 1965 hingga tahun 2012 terbagi menjadi empat fase, diantaranya : fungsi Pulau Kemaro pada tahun 1965-1967 adalah sebagai kamp tahanan. Kamp ini telah terjadi serangkaian peristiwa mengenaskan yang banyak menewaskan para tapol (tahanan politik). Namun fungsi sebagai kamp tersebut kemudian hilang diakhir tahun 1967 dan berganti fungsi baru. Fungsi Pulau Kemaro pada tahun 1968-1997 adalah sebagai tempat pemukiman dan tempat ibadah. Sejak tahun 1968 pulau ini mulai dihuni oleh peduduk yang jumlahnya semakin meningkat. Selain itu, pada periode ini pula Pulau Kemaro mulai dijadikan sebagai tempat pemujaan. Banyak masyarakat yang telah mengunjungi Pulau Kemaro untuk berdoa, berziarah dan meminta peruntungan. Fungsi Pulau Kemaro tahun 1998-2007 adalah sebagai lahan pertanian. Pola fikir penduduk yang semakin maju, didukung dengan lokasi yang berada di tengah-tengah sungai sangat mendukung untuk dibukanya lahan pertanian guna meningkatkan taraf hidup penduduk Pulau Kemaro. Fungsi Pulau Kemaro tahun 2008-2012 adalah sebagai Objek Wisata Ritual. Source by Wikepedia