Punti Kayu

Lokasi : di jalan Kol. H. Burlian (jalan menuju Bandara SMB II Palembang)

Sejarah/keunikan :
- Sejak 1938 ditetapkan sebagai hutan lindung
- Kawasan taman rekreasi dengan fasilitas kolam renang, tempat berteduh, pos keamanan, pos informasi, kebun binatang       mini, outbound, ruang serbaguna.
- Kawasan hutan lindung
- Kawasan perkemahan
- Wilayah danau dan rawa

SEKILAS INFO PUNTI KAYU

Hutan Wisata Punti Kayu ini dapat dijangkau dengan kendaraan umum trayek km 12 yang letaknya sekitar 7 km dari pusat kota dengan luas sekitar 50 Ha. Sejak tahun 1938 telah ditetapkan sebagai hutan lindung. Pada tahun 1986 dijelaskan hasil kesepakatan antara Provinsi Sumsel dan Departemen Kehutanan bahwa hutan wisata Punti Kayu menjadi hutan wisata, dengan menambah beberapa sarana wisata. Taman wisata Punti Kayu dibagi atas 4 wilayah yaitu :

1. Wilayah Taman Rekreasi yang mempunyai fasilitas antara lain : Kolam renang, tempat berteduh, pos keamanan dan pos informasi, kebun binatang, sarana olahraga, ruang serbaguna

2. Wilayah hutan lindung

3. Wilayah perkemahan

4. Wilayah danau dan rawa

5. Arena Outbond bagi masyarakat umum

SEJARAH PUNTI KAYU

Punti Kayu, pernah dikenal dengan nama Taman Sari atau Taman Syailendra. Punti Kayu berasal dari bahasa komering, salah satu suku di Provinsi Sumatra Selatan yang berarti  pohon pepaya. Masyarakat terdahulu banyak menjumpai pepaya tumbuh di sekitar kawasan tersebut.

Kawasan hutan Punti Kayu pada masa pemerintahan Belanda dinamakan Erpacht Punti Register 51. Ditetapkan sebagai hutan konservasi (Instandhouding Aangewezen Bosch) pada 13 Februari 1937. Setelah ditata batas pada 30 Juli 1937, Erpacht Punti Register 51 ditunjuk sebagai kawasan hutan dengan luas 98 ha.

Berdasarkan surat Dirjen Kehutanan Nomor: 1337/DJ-I/1980 tanggal 26 April 1980 luas kawasan hutan yang sebelumnya 98 ha dikeluarkan 48 ha untuk kepentingan pengembangan dan pembangunan wilayah kota Palembang. Kawasan hutan Punti Kayu ditata batas ulang pada tahun 1982 dengan luas 50 ha.

Hutan Punti Kayu dijadikan sebagai hutan percobaan pinus melalui Surat Keputusan (SK) Menhut No. 57/Kpts-II/1985 tanggal 7 April 1985 yang kemudian diubah fungsinya menjadi hutan wisata. Hutan wisata Punti Kayu ditunjuk sebagai Taman Wisata Alam (TWA) melalui SK. Menhut No 76/Kpts-II/ 2001 tanggal 15 Maret 2001 dengan luas 50 ha dan ditetapkan sebagai TWA melalui SK Menteri Kehutanan Nomor 9273/Kpts-II/2002. source by wikipedia